Akan kau lihat sendiri langit jingga yang terpantul pada riak air sungai-sungai sepanjnag gang berliku di venesia. Gondola dengan pengemudi yang menyanyikan lagu menjadi pengantar dalam menyusuri kota air. Juga akan singgah di jembatan Rialto, juga berhenti di piazza San Marco, menabur jagung untuk merpati liar yang berterbangan.
-Senja d Sore Hari-
Akan kau lihat sendiri langit jingga yang terpantul pada riak air sungai-sungai sepanjnag gang berliku di venesia. Gondola dengan pengemudi yang menyanyikan lagu menjadi pengantar dalam menyusuri kota air. Juga akan singgah di jembatan Rialto, juga berhenti di piazza San Marco, menabur jagung untuk merpati liar yang berterbangan.
Timpang dan Gugur
K I M I
Arashi ga yukute
wo saegittemo
itsudemo baku ga kimi wo mamotte irukoto wo omoidashite.
Bokura futari wa magarikunetta michi wo ayundeiku.
Kimi ga kanjiteru fuan mo kimi to irukoto de boku no itibu dayo.
Subete no urei wo kono boku no kata ni azuketeokure.
-Cause Home is in your EYES-
-Serba Serbi Berpenalaran-
The Last of September
Sepi Beku
Sunyi dan kosong belaka...
Ekspresikan Gen-MUU !!
Masih Jembatan Waktuu
Ku tunggu di Jembatan Waktu
Sore itu, ku bersandar pada pohon ketapang tua
Menengadah keatas sembari mengintip awan yang melukis langit..
Sore itu juga, angin datang berkejaran menyapa
bertanya akan kabarmu! Mengapa kau tak disini?
Ku tersenyum, mereka tertipu!
Ku katakan bahwa kau akan datang menyusul.
Namun kenyataannya tidak!!!
Ternyata kau tak datang.
Mengapa rasa selalu berselingan?
Mengapa selalu datang saat ketika rasa bersilangan?
Memang dasar bodoh! Bakaa!
Kau penerjemah rasa yang buruk.
Diam adalah sandi untuk berkomunikasi denganmu
Diamku tak sebanding dengan seribu kata yang kuungkap.
Dan sepertinya rasa ini telah berubah menjadi abu-abu
Mungki sekarang kau telah menjadi bayang-bayang.
kan kuhapus semua tentangmu!
Namun, jika jodoh... pasti kan bertemu.
entah itu kau orangnya atau bukan,
yang jelas, kutunggu di JEMBATAN WAKTU.












