RSS
Showing posts with label | Story |. Show all posts
Showing posts with label | Story |. Show all posts

~~LPDP's Fighter~~


Helloo...
Sudah lama ternyata bloggers, ada sarang laba-laba di blog saya ini, hehe. Kali ini saya akan membagikan seputar pengalaman saya mengikuti beasiswa magister luar negeri LPDP. Semoga sedikit memberikan gambaran tentang seleksi lpdp scholarship. Cekidottt…


Seleksi Beasiswa LPDP secara umum terdiri dari 2 tahap, yaitu seleksi administrasi dan seleksi substansi. Seleksi administrasi merupakan seleksi berkas-berkas yang telah ditentukan oleh pihak LPDP untuk kita penuhi diantaranya ijazah s1, transkrip nilai, sertifikat bahasa, surat keterangan bebas narkoba, dan lain-lain (cek di website lpdp untuk lebih jelasnya). Sedangkan tes substansi diantaranya adalah tes wawancara, LGD (Leaderless Group Discussion), dan EOTS (Essay on the spot).


Pada seleksi administrasi, kita mensubmit segala dokumen termasuk rencana study dan dua essay. Apabila semua berkas kita dianggap valid, maka kita akan dinyatakan lulus seleksi administrasi. Jangan sekali-kali melakukan tindak plagiat atau pemalsuan dokumen (dalam hal ini yang sering terjadi adalah pemalsuan sertifikat bahasa toefl). You have to be honest guys!!! Saya sendiri mensubmit semua dokumen pada akhir bulan juni, dimana deadline penyubmitan untuk batch ketiga adalah pada tanggal 15 juli. I don’t want to be a deadliner, hehe. So, sebaiknya jangan mensubmit dokumen kalian di detik-detik terakhir ya.. minimal seminggu sebelum deadline, berkas kalian harus tersubmit. Hal ini untuk menghindari terjadinya error pada system pendaftaran lpdp.


Pengumuman seleksi administrasi keluar mulai pada tanggal 27 juli, jamnya bervariasi. Saya sendiri menerima notifikasi via email pada tanggal 28 juli pukul 01.15 am. Dan hasilnya adalah Alhamdulillah, lulus seleksi administrasi. selanjutnya adalah menunggu jadwal seleksi substansi. Hal yang perlu diperhatikan dalam waiting moment adalah mempersiapkan hal-hal yang sekiranya membantu dalam proses seleksi substansi. Misalnya dengan latihan wawancara dengan teman yang telah lulus pada batch sebelumnya, latihan membuat essay yang baik dan terstruktur, serta membuat list dan rangkuman mengenai hot issues yang terjadi di Indonesia. Saran saya, jika ada simulasi yang dilaksanakan oleh pihak awardee sebelumnya, maka kalian sebaiknya mengikuti simulasi tersebut. Simulasi akan sangat membantu kalian dalam mendapat gambaran terkait proses seleksi substansi (wawancara, LGD, dan EOTS).

Lanjutt,,  jadwal seleksi substansi untuk wilayah Makassar yaitu pada tanggal 18-20 agustus 2016 di Gedung Keuangan Negara . Jadwal individu untuk wawancara dan jadwal kelompok untuk LGD dan EOTS akan dikirimkan pada H-2 pelaksanaan seleksi substansi. Sebaiknya kalian mencari teman kelompok LGD, hal ini agar pada saat real LGD nanti, tidak ada lagi kecanggungan diantara anggota kelompok sehingga akan membantu dalam mengemukakan statement secara lugas.

Saya mendapat jadwal verifikasi berkas pada tanggal 18 agustus, wawancara pada tanggal 19 agustus, dan LGD-EOTS pada tanggal 20 agustus.
Pada proses verifikasi berkas, kita diminta untuk memperlihatkan dokumen asli  yang diupload pada saat seleksi administrasi. Jika ada hal yang mengganjal, silahkan tanyakan sebelumnya kepada CSO lpdp sebelum hari tes tiba, misalnya mengenai sertifikat toefl yang Cuma punya dua, padahal harus membawa 3.  Tak ada salahnya kita datang lebih awal dari jadwal yang telah ditentukan. Jadwal verifikasi saya sebenarnya pada pukul 16.45, tapi karena saya datang lebih awal maka jadwal saya dimajukan pada pukul 11.15. setelah itu, saya pulang dan mempersiapkan diri untuk menghadapi tes wawancara keesokan harinya. Ingat, tidur lebih awal yaa..hehe

Jadwal tes wawancara saya yaitu pada pukul 13.45, namun molor menjadi pukul 14.42. Didepan ruangan wawancara, telah disediakan kursi panas, eh maksudnya kursi tunggu/ waiting chair. Jika nama kita telah dipanggil oleh system, maka kita wajib menunggu didepan ruangan tadi. Nama saya dipanggil pada pukul 14.15, dan masuk ruangan wawancara pada pukul 14.42, kurang lebih 30 menit menunggu. Tibalah giliran saya untuk masuk ke ruang wawancara, sebenarnya agak nervous sih wkwk. Ruangan tersebut cukup luas, ada 7 kelompok pewawancara yang tersebar di  ruangan tersebut. Saya kemudian diarahkan menuju ke meja 6. Dari jauh terlihat 3 orang pewawancara, 2 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Terlihat sedikit sangar sih, but don’t judge earlier guys. Setibanya saya di meja tersebut, I just need a warm handshake untuk meredakan kegugupan saya (walaupun sebenarnya tangan saya cukup dingin waktu itu) hahaha.
Pewawancara yang disamping kiri saya adalah (A) seorang ibu dosen (psikolog )dari UGM, yang ditengah adalah (B) bapak dosen dari UI, dan samping kanan saya adalah (C) seorang bapak dosen dari IPB.


B = Dengan novi ya, silahkan duduk.

Me= iya pak, terima kasih.

B = selamat karena anda telah lulus seleksi administrasi. dan telah sampai pada tahap wawancara saat ini. Untuk keperluan pihak lpdp, maka proses wawancara akan saya rekam (sambil menaruh alat rekam tepat dihadapan saya), jika anda setuju maka tes wawancara akan kami mulai.

Me = setuju pak.

B = karena tujuan universitas anda adalah di luar negeri, maka tes wawancara akan dilakukan dalam bahasa inggris. Anda siap?

Me = iya pak, saya siap.

B = okay, Novi.. so please tell us about your self!

Me = thank you sir, my name is Noviana Astuti Irna Sakir. A bachelor from state university of Makassar, majoring in biology education ICP. I graduated last year. I used to work in designing media learning because I passionate in education. It is always be my pleasure to help people study biology, which is some of them said that biology is boring because there a lot of conceptual materials they have to memorize. So I tried to make an innovative media learning in order to make students more interested in biology. My passion then is continue my study in this field in high level, and I wish this scholarship could make my dream become true.

B = Why did you choose Korea?
Me = Based on Global Education Report 2016 by Education firm Pearson, Finland and South Korea top  the list of 40 developed countries with the best education systems. Therefore,  I prefer  to choose South Korea that is SNU (Seoul National University) since it provides biology education which is similar with my previous study.

B = What is the challenging thing you ever faced?

Me = Hemm, talked with strangers who cannot speak English sir. I have to try understand what did they mean.

B = What else?

Me = Taught chemistry sir. You know my major is biology.

B = So what did you do in that moment?

Me = Because I have ever been a winner of chemistry Olympiad when I was in senior high school, so it was not too difficult to learn it again. Just review the learning contents sir.

C = Which one do you think have the best human resources in biology, Korea or Indonesia?

Me = Actually I don’t know exactly. As I know, Indonesia has a good achievement of biology competition in international scale, like in recently there was indonesia’s student got a gold medal in Vietnam. While Korea I don’t have any idea.

C = So, why did you choose Korea as your destination study country?

Me = As I told before, Korea has a good reputation of the best education system in the world. We can not deny that Korea is more developed rather than Indonesia, including education side. There are several innovations in education that Korea has made. So, I want to know and learn more there, and implement what I get if I return to Indonesia later.

C = What about the culture shock? How you can adapt in Korea?

Me = I have ever went to Japan last year attended international student conference. And I think that Japan is almost similar with Korea, so it’s not the big set of problems sir. The people there are so kind and friendly, and very tolerate toward muslim. They provide us a halal foods and a place to prayer.

C = (sambil mengangguk2) But you know, you cannot make it sure that food was totally halal, right?

Me = Yes sir.

C = In what ways you overcome that problem if you live in Korea?

Me = Maybe I am going to cook by my self sir. Prepare for many noodles (kebiasaan mahasiswa -_-), and bring a lot of foods from Indonesia.

C = You cannot eat noodle everyday, it’s not good for student like you. Perhaps, you have to be a vegetarian, or just eat seafood. Buy those materials in the market, and cook by yourself.

Me = Yes sir, I got it. thank you..

 A = Do you speak Korean?

Me = No mam, but I can little bit speak Japanese. Where korean and Japanese have a similar pattern sentences. So I wish I was.

A = what do you know about korea? Especially the living way of the inhabitants there

Me = Korea is famous with their k-pop industry, that is one of nation’s income contributor. But they really the most dedicated country in the world because education is held in high regards and teachers are treated with great respect.

A = Have you ever cheat in class?

Me = hemm, I forgot about that mam. But I think I did it

A = what I could see you If we meet in 5 years later?

Me = I hope I can be lecturer mam, or at least continue my doctoral study program.

A = describe your self in 3 words!

Me = I am hard worker, have high motivation, and never give up mam.

A, B, C = Okay, I think it’s enough.

B = Good luck Novi, pengumumannya nanti disampaikan pihak lpdp yaa.

Me = yes sir. thank you so much sir.

Lanjut keesokan harinya, tanggal 20 agustus. Jadwal EOTS kelompok saya yaitu pukul 07.40 pagi dan LGD pukul 08.45. Pada penulisan essay, ada dua tema pilihan. Waktu itu yang saya dapat tentang program listrik dan PT.freeport. Apakah kita setuju atau tidak terhadap program tersebut. Yang saya pilih adalah program listrik, karena saya punya banyak vocab untuk membahas tema tersebut, hehe. Hal yang harus diperhatikan adalah waktu penulisan essay, sebaiknya waktu 30 menit harus dimanage dengan baik. Jangan sampai seperti kasus saya yang kehabisan waktu dalam penulisan akhir kesimpulan. Pay attention on your watch! Yang dinilai kontennya, bukan seberapa panjang tulisan yang kita buat.

Setelah  EOTS, kami kelompok 15A kemudian diarahkan untuk menuju ruangan LGD. Di dalam ruangan telah menunggu 2 orang yang siap mengawasi jalannya LGD. Nama kita akan dipanggil satu persatu untuk menempati kursi yang telah ditentukan oleh obsrever. Pola duduknya adalah melingkar.. diatas meja telah tersedia selebaran mengenai topic LGD yang akan dibahas. Tapi belum bisa dibuka, tunggu aba-aba dulu. Setelah duduk rapi, observer kemudian memberikan penjelasan tentang aturan LGD dimana diskusinya tidak dipimpin atau didominasi, semua peserta mempunyai hak yang sama dalam menyampaikan gagasannya. Tema yang kelompok saya dapat waktu itu adalah tentang Tax Amnesty. Bagaimana peran kita yang sebagi ahli dalam memandang dampak positif dan negative dari penerapan tax amnesty di Indonesia. Waktu diskusi yang diberikan Cuma 30 menit, 5 menit untuk membaca artikel dan sisanya untuk berdiskusi dan penyampaian simpulan. Ingat, jangan mendominasi. LGD bukan ajang debat. Pada LGD waktu itu, Alhamdulillah semua peserta mendapat kesempatan untuk bicara dan tidak ada yang mendominasi. Yang dinilai adalah attitude dalam menyampaikan dan mendengarkan pendapat.


~~~ pengumuman pada tanggal 9 september. Alhamdulillahi rabbil alamin. LULUS. Satu hal yang saya sangat sadari adalah tidak ada yang mengalahkan kekuatan do’a. Jika kita telah melakukan usaha semaksimal mungkin, maka let the God do the rest!

Good luck everyone ^_^

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Notes at the end of the year


Tak ada maksud lain dalam mengurai tulisan ini hanya sekadar coretan kilasan kisah, coretan motivasi, dan coretan gapaian baru. Detik ini, kurang lebih 336 hari terlewati sudah. Tersadar, belum ada capaian yang “amazing”  teraih hingga di penghujung tahun ini. Karena ternyata kegagalan masih akrab menyapa- ya, gagal. Banyak hal yang telah terlalui, sungguh. Pengalaman yang selalu senantiasa menjadi terapi batin yang selalu berujung dengan pahit. Ku tak lebih baik dari yang telah lalu! namun akan sangat menyakitkan jika hasrat untuk berubahpun tak ada. Memang, Keinginan selalu ada, selalu ada. Namun, tak ada hasil.

Terima kasih yang tak pernah usai untuk Allah-ku yang masih memberi kesempatan bersua dengan kehidupan yang kadang ambigu, kehidupan yang banyak orang menganggapnya keras. Isyaratnya lewat jantung yang selalu berdebar datar, namun kadang  bernada berima karena sesuatu hal. Ku bersyukur masih bisa terperanjak dari mati semu, menikmati embun subuh yang menitikan sejuk di ruang-ruang buram, serta berjumpa dengan mentari dan hujan yang silih berganti. Terima kasih juga untuk orang-orang yang telah berbagi sepenggal kisah, kisah yang baik atau buruk, kisah yang singkat atau lama, atau kisah yang terkenang dan tak mungkin kan kembali. Namun, Ada satu  yang belum tampak, kisah yang tenang dalam penantian, dan tentu masih menjadi rahasia yang mungkin kan abadi sampai saatnya tiba....

Hello to my self!! Still ok?
“Promise that you will be better than the past. Reach your future! Sure that your Allah always beside of you, even wherever you are.. Make it peace with love and happiness”. Aameen~

Gencarkan diri untuk lebih dekat dengan-Nya, berbuat baik ke sesama, lebih semangat, lebih giat, lebih sabar, lebih berbahagia, dan blaa blaa blaaa.. yang penting semua yang baik-baiklah. Intinya, harus lebih baik... Ku kan temui diri yang lebih baik dan minim penyesalan,, inshaAllah.





  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Episode 2 Brassica rapa^^


Kembali dibuat terharu oleh mereka. Ya, mereka adik-adikkku yang sudah kulantik menjadi penghuni baru dan permanen di hatiku,,, co cuuiittt...hahah

Kali ini berhubungan dengan moment 2 november. Meskipun sudah beberapa hari telah berlalu, mereka tetap saja memberikan something special. Walaupun sebenarnya ucapan do’a sudah cukup.

Cerita ini diawali tepat tanggal 2 November yaitu di Malino, tempat Mubes berlangsung. Malam itu mereka menelfon... seperti biasa, mereka sharing tentang apa yang sedang mereka kerjakan. Dan pada malam itu mereka mengaku sedang mengerjakan tugas seni budaya... belakangan ku ketahui ternyata bukan tugas seni budaya yang mereka kerjakan. Namun, sesuatu yang lain.

Berlanjut ke hari senin tanggal 4 November, mereka datang ke Rumah Nalar membawa birthday cake, kelihatan cantik dan tentu saja enak. Dibawanya pula suatu bingkisan besar  yang ternyata bingkisan itu adalah kado. Ternyata bingkisan itu adalah apa yang mereka kerjakan saat menelfon, yang sebelumnya mengaku mengerjakan tugas seni budaya. Cepcepcep.. Sedikit kaget, senang, dan bingung saat membuka dan melihat bingkisan itu. Bagaimana tidak, bingkisan itu ternyata berisi bingkai besar yang terpampang foto-foto yang sdikit kacau... kukatakan kacau karna yang terpampang adalah foto-foto jaman dulu, alay dan labill. Dalam bingkai itu tertempel foto-fotoku tentunya, foto-foto mereka, si N dan si R, dan foto si kakak. Bingung juga sih, kenapa ada dia muncul, hahahha.

Kini, bingkai foto itu terpajang rapi di kamarku, terpajang tepat didinding depan meja belajarku. Jadi, setiap belajar selalu ingat mereka. Walau hanya dengan lirikan, selalu kuberi senyum pada bingkai foto itu. Namun kadang sedikit mengalihkan perhatian dan mengganggu konsentrasiku dalam belajar... hahahah

Intinya, terima kasih sebanyak-banyaknya untuk Allah-ku... yang masih memberikan desah nafas dan degupan jantung sampai saat ini, untuk keluargaku yang selalu menyempatkan menelfon mengucapkan kata selamat ulang tahun namun ujung-ujungnya mengucap seribu kata wejangan panjang kali lebar -_-, tapi tak apalah, kujadikan itu sebagai spirit dalam menghadapi semuanya. (kadonya masih kutunggu, hahaha), untuk teman-temanku tanpa terkecuali yang memberikan sepatah kata do’a,  terima kasih. Semoga Allah mendengar do’a kalian, (termasuk do’a yang ke jepang), hahahha. Aamiin. Untuk seseorang yang pertama mengucapkan kata selamat lewat FB, SMS, atau Twitter, terima kasih, ^_^. Dan yang terakhir buat mereka yang special... ya, Adik-adikku. Terima kasih buanyak, terima kasih atas telah bertemunya kita, kalian yang membuatku menulis, memberi warna lain di satu sisi hidupku. Gomawo, doomo arigatou.
Entah dengan alasan apapun itu, semoga kita masih bertemu... tak sabar menunggu moment special kalian tahun depan... Insya Allah di moment itu kita masih dalam lingkup yang sama, lingkup yang sama karena ikatan batin yang kuat.

Salam Brassica rapa lagi ^_^


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

-Coretan Kenangan-


Kutulis ini ketika langkahku tak bisa menggapai mereka.
Suatu kebahagiaan tersendiri mengenal mereka..  Adik-adik yang belum lama ini kukenal karna Allah, dan kakak yang baik hatinya^^. Cukup singkat, namun sungguh sangat berkesan. Masih teringat waktu pertama berjumpa dengan mereka, dengan ekspresi yang agak sulit ditafsirkan. Hahaha., apalagi saat pengerjaan proyek besar (kataku), yang diwarnai dengan berbagai kelakuan asam  manis, membuat memori di hipotalamusku bertambah.

Disela-sela waktu pengerjaan “proyek” itu, terekam segala hal yang melukiskan sikap mereka yang sdikit kocak, aneh, tapii cukup untuk meregangkan otot dan maxila-mandibulaku. Banyak kesamaan yang terjadi, mulai dari si N yang suka bahasa jepang, dan si R yang suka main si alat musik klasik, biola. Mereka juga suka dengan oppa-oppa korea yang kece, trutama si min hoo personil boyband shinee. Bahkan, duet maut mereka menyanyikan lagu han ji en full house, dan dance-dance mereka yang kurekam lewat video hpku, sering menjadi penghibur manis, hihihii.

Usaha dan do’a memang selalu menjadi jawaban dari harapan. Harapan yang tak Cuma datang dari mereka, tapi dari orang-orang yang mendukungnya. Bangga dengan hasil yang mereka peroleh, waaalaaupun ku tak sempat menghadiri moment krusial mereka. Namun, disini, kubisa merasakan atmosfer yang sama.

Betul kata mereka, “jangan benci perpisahan.. karna itu berarti kita membenci pertemuan”. Namun, perpisahan selalu menjadi antigen kataku, sungguh benci!

Request untuk allah, “Semoga, suara-suara mereka masih akan terdengar.. dance gilanya masih bisa kuliat, karna radar batin yang kuat diantara kami” hahah. Salam Brassica rapa ^_^


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

-Serba Serbi Berpenalaran-

Biarkan saya berkisah akan serba-serbi berpenalaran. Kisah yang sekarang masih seumur jagung, tapi berharap akan berumur seperti beringin, awett. Kisah singkat ini memuat akan kecintaan saya akan Penalaran, kehangatan rumah nalar, serta rasa yang bersilangan. 

Kisah ini terawali ketika maba tahun 2011 mendaftar organisasi kampus, organisasi itu bernama LPM Penalaran UNM yang santer terdengar sebagai organisasi yang bergerak dibidang penelitian. Tahap demi tahap penyeleksianpun telah terlewati muluss walaupun persiapan dan kemapuan nihil, namun pendaftaran yang pada awalnya hanya iseng belaka itu, ternyata berbuah manis. Nama saya tercatat di urutan ke-17 peserta yang lolos seleksi waktu ituu. Senang rasanya.. namun, ternyata masih ada lagi tahap selanjutnya yang harus ditempuh, hiks. Sapa takut? Alhamdulillah, i stiil stay ‘till the end step. NRA pun berhasil terkantongi tepat pada malam pengukuhan saat itu.

Berstatus anggota penalaran ternyata tidak cukup, ranah pengurus harus digaet untuk membuktikan kemampuan dan tanggungjawab yang lebih. Yah, dan akhirnya saya terdaftar sebagai salah satu pengurus bidang LITBANG, senangg lagi. Namun, selalu ada ada batu penyandung yang siap sedia menjadi penghalang untuk mejadii penguruss teladan .hihiihi. yang jelas semangat harus tetap ada untuk belajar, berkarya, dan jangan pernah tumbang akan seribu kegagalan yang menghampirii.

Lanjut ke benteng kekaisaran Penalaran => Rumah nalar = Rumah peradaban.  
Hangat rumah nalar selalu memberikan semerbak rasaa.. rasa akan bangunan klasiik itu sendiri, serta orang-orang didalamnya. Disaat seperti sekarang ini, halaman rumah nalar diguyurr absisi dedaunan kering, dan anggap saja sedang berada dimusim semi atau musim gugur yang sama di jepang, xixiixii :D. Di rumah nalar juga tersisip rasaa, rasa yang muncul ketika pertama kali berjumpa sampai sekarang. Namun, rasa itu bersilangan dan akan hilang atau terkubur seperti dedaunan kering yang berguguran dimusim semii. Persahabatanpun saya temukan disini, teman-teman yang warna warni sifatnya, ada yang asli kocak, pendiam (termasuk saya, ekhm), dan ada juga yang sedikit lainn perawakannya. Canda, tawa, kecewa, malu, sedih, telah tercicipi secara apik di benteng kekaisaran Penalaran => Rumah nalar.

Sebenarnya saya tak ingin menjadi parasit obligat seperti virus, yang tak tahu malu hidup dalam sel inangnya. Tapi tetap saja belum ada yang bisa saya perbuat atau persembahkan untuk penalaran terkasihh. Namun, biarkan segala memorii akan kenangan yang telah berevolusi ini tetap kokoh bersanding di lobus oksipetalis otakku. Semoga degup jantung dan helaan nafas selalu tetap tercurah dari yang kuasa, itu pertanda ada kesempatan untuk menceritakan kisah ini kelak kepada siapapun yang saya temui. Dan akhirnya kisah-kisah manis akan selalu menjadi yang pertama dalam DPM ku (daftar penungguan moment), insya allah..

If i could write another ending, this story will become sweetest moment.



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Origami dari nona Naoko...




Sedikit berbicara tentang pengalaman di ajar dengan nona naoko, hehehhe. :D  seorang gadis dari jepang yang datang ke sekolah kami waktu itu (di dampingi oleh kak mira, seorang translater). Seperti gadis jepang biasanya, nona naoko...Matanya sipit, kulit putih, dan sedikt cabi gituuuu.. lucu deh pokoknya!
Mmmmh, saat itu ada kegiatan osis yang pematerinya nona naoko. Sekedar sharing mungkin, nona naoko menceritakan kisah keluarganya (neneknya) yang tewas ketika negara jepang di jatuhi bom atom oleh sekutu. Tepatnya di kota hiroshima dan nagasaki. Yahh,, dengan bahasa indonesia yang terbata-bata dan kaku, terlihat rasa sakit yang sangat dalam dari raut mukanya.

Mungkin, karena sy suka skali dengan jepang..tentunya kegiatan waktu itu tdk sy sia-siakan. Heheheh.., si oppurtunities ^_^. Ketika sesi bertanya dibuka, langsung saja sy acungkan tangan dgn tingginya, padahal aneh..karna Cuma sy saja yg acungkan tangan. Tp, itu cukup menarik buat sy. Wkwkwkwk. Dengan pede.nya,, sy bertanya dalam bahasa jepang,, walaupun dengan kata2 seadanya, sy bisa menarik perhatian nona naoko. Sebelum bertanya, sy sempat memperkenalkan diri terlebih dahulu. Tentunyaa......

“konniciwa,!!! hajimemashite,, watashi wa novi desu.
Sore wa gyakkyō kara tachiagaru koto ga dekiru yō ni nipponseifu ni yotte okonawa reta mono. arigatoo gozaimasu!”


Sambil tersenyum, nona naoko lalu menjawab pertanyaan yg sy ajukan,,. Tp sbelum itu, ia menanyakan darimana sy belajar bahasa jepang?
Sy belajar otodidak.
Di akhir kegiatan, nona naoko memberikan sy sebuah origami berwarna putih sebagai hadiah! Mungkin dr pertanyaan sy kali ya? Hehhheheheh..
Mhhh.. smpai saat ini sy masih menyimpan origami dari nona naoko, meskipun sudah usang. Tapi, origami itu sangat bermakna...so sweet *;*










  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Blogger templates

Blogger news

Powered by Blogger.